This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 01 Juli 2025

Dosen STAI Darul Ulum Banyuanyar Kembangkan Bahan Ajar Bahasa Arab Tematik Fikih al-Dayn untuk Tingkatkan Keterampilan Berbicara Mahasiswa

Pamekasan, 16 Juni 2025 — Upaya peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Arab di lingkungan pendidikan tinggi Islam terus digencarkan. Salah satu terobosan terbaru datang dari Mabrurrosi, Dosen Tetap Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) STAI Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan, yang berhasil mempublikasikan hasil penelitiannya di Al-Wazan: Journal of Arabic Education, Volume 3, Nomor 1, halaman 102-120. Penelitian yang berjudul "Berbicara dalam Bingkai Fikih: Desain Materi Tematik al-Dayn untuk Keterampilan Kalam" ini berfokus pada pengembangan bahan ajar keterampilan berbicara (maharah al-kalam) berbahasa Arab yang terintegrasi dengan tema fikih, khususnya fikih al-dayn (utang piutang). Tema ini dinilai memiliki relevansi tinggi dengan realitas sosial dan ekonomi mahasiswa, namun selama ini jarang diangkat dalam pembelajaran bahasa Arab. “Masih terbatas bahan ajar yang kontekstual, tematik, dan mengintegrasikan unsur keilmuan Islam, terutama di bidang fikih. Padahal, penguasaan bahasa Arab dan pengetahuan keislaman harus berjalan seiring,” ungkap Mabrurrosi. Dalam penelitiannya, Mabrurrosi menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Tahapan tersebut mencakup analisis kebutuhan mahasiswa, perancangan materi tematik, pengembangan bahan ajar, implementasi di kelas, serta evaluasi efektivitasnya. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan berbicara mahasiswa setelah penerapan bahan ajar tersebut, terlihat dari perbandingan skor pre-test dan post-test. Meski sebagian mahasiswa masih memerlukan pendampingan tambahan, mayoritas mengalami kemajuan yang berarti dalam keterampilan berbicara mereka. Kontribusi penting dari penelitian ini tidak hanya terletak pada inovasi pengembangan bahan ajar Bahasa Arab, tetapi juga dalam memperkuat integrasi antara pengajaran bahasa dan konten fikih dalam konteks pendidikan tinggi Islam. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun kompetensi linguistik dan religius mahasiswa secara holistik dan relevan. Penelitian ini menjadi langkah nyata STAI Darul Ulum Banyuanyar dalam mencetak lulusan yang tidak hanya fasih berbahasa Arab, tetapi juga memahami kandungan keilmuan Islam yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.

Rabu, 18 Desember 2024

Seminar Hari Bahasa Arab Sedunia: Kontribusi Bahasa Arab dalam Peradaban dan Kebudayaan Manusia

Pada tanggal 18 Desember 2024, Platform Ilmiah "Arid" menyelenggarakan seminar bertajuk "Kontribusi Bahasa Arab dalam Peradaban dan Kebudayaan Manusia". Kegiatan ini bertujuan untuk menggali lebih dalam peran penting bahasa Arab dalam sejarah peradaban serta relevansinya di era modern. Seminar ini dihadiri oleh para ilmuwan, pakar, dan peneliti berbahasa Arab dari berbagai bidang. Salah satu peserta yang berpartisipasi adalah Mabrurrosi, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab di STAI Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan. Sebagai pengakuan atas partisipasinya, Mabrurrosi, M.Pd. menerima sertifikat dengan Nomor ard-182143 dari Platform Ilmiah "Arid". Kehadiran beliau menunjukkan komitmen para akademisi lokal dalam berkontribusi pada diskusi global mengenai bahasa Arab dan peran vitalnya dalam peradaban manusia. Seminar ini merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap bahasa Arab sebagai bahasa yang kaya akan sejarah, budaya, dan ilmu pengetahuan.

Selasa, 17 Desember 2024

Dosen PBA STAI DUBA Menjadi Juri Debat Bahasa Arab Nasional di IAIN Madura

Madura, 17 Desember 2024 – Dua dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dari Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum Banyuanyar (STAI DUBA), yaitu Mabrurrosi, M.Pd. dan Rousul Firdaus, M.Pd., mendapatkan rekognisi nasional dengan menjadi juri dalam ajang bergengsi Debat Bahasa Arab Nasional. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Mahrajan Al-Fann Al-Arabiy (MFA) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (HMPS PBA) IAIN Madura. Dengan tema “Menghidupkan kecintaan terhadap bahasa Arab melalui diplomasi seni budaya dan pendidikan Islam”, kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 17 Desember 2024, di kampus IAIN Madura ini menjadi wadah bagi para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menunjukkan kemampuan berbahasa Arab mereka. Kehadiran Mabrurrosi dan Rousul Firdaus sebagai juri tidak hanya menunjukkan pengakuan atas kompetensi mereka di bidang pendidikan bahasa Arab, tetapi juga menjadi wujud nyata kiprah dosen STAI DUBA di tingkat nasional. Ketua panitia menyampaikan apresiasinya, “Kami berterima kasih atas kehadiran para dosen dari STAI DUBA sebagai juri. Hal ini memberikan motivasi lebih kepada para peserta untuk tampil maksimal.” Sebagai juri, Mabrurrosi dan Rousul Firdaus menilai peserta berdasarkan kefasihan berbahasa Arab, kekuatan argumen, serta kemampuan mengintegrasikan unsur seni, budaya, dan pendidikan Islam dalam debat. Rekognisi ini menjadi kebanggaan bagi STAI DUBA, sekaligus menunjukkan kontribusi institusi tersebut dalam memajukan pendidikan bahasa Arab di Indonesia. Diharapkan prestasi ini dapat menginspirasi mahasiswa dan dosen lainnya untuk terus mengembangkan keilmuan dan kemampuan di berbagai forum akademik, baik nasional maupun internasional.

Minggu, 01 Desember 2024

Mabrurrosi Raih Sertifikat ARID atas Partisipasi di Acara Ilmiah

Mabrurrosi, M.Pd dosen PBA STAI Darul Ulum Banyuanyar, baru-baru ini dianugerahi sertifikat dari Platform Ilmiah ARID, yang didedikasikan untuk ilmuwan, ahli, dan peneliti berbahasa Arab. Penghargaan ini diberikan atas partisipasinya dalam acara bertajuk "Hari Pria Internasional", yang merupakan salah satu inisiatif ilmiah yang diselenggarakan untuk merayakan kontribusi pria dalam berbagai aspek kehidupan. Sertifikat dengan nomor arid-179819 ini dikeluarkan pada 21 November 2024, sebagai bentuk apresiasi terhadap keterlibatan aktif Mabrur Al-Razi dalam acara tersebut. ARID, yang dikenal sebagai platform terkemuka, memberikan ruang bagi para ilmuwan dan peneliti berbahasa Arab untuk berbagi wawasan dan memperluas jejaring akademik mereka. Informasi lebih lanjut mengenai sertifikat ini dapat diakses melalui tautan resmi: [cert.arid.my/179819](https://cert.arid.my/179819). Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi para akademisi lain untuk terus aktif dalam berbagai kegiatan ilmiah, khususnya yang melibatkan komunitas berbahasa Arab di tingkat global.

Sabtu, 30 November 2024

Dosen PBA Menjadi Pembicara di The 5th International Conference on Islamic Studies (ICoIS) 2024

Dosen sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA),Mabrurrosi, M.Pd, mendapatkan kehormatan menjadi pembicara dalam The 5th International Conference on Islamic Studies (ICoIS) 2024. Acara ini mengangkat tema “Navigating Faith: Islam's Role in Global Social Movements” dan berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada tanggal 2 November 2024. Konferensi ini merupakan hasil kolaborasi antara Khatam Al-Morsaleen International University, Egypt, organisasi Share to Care Volunteer, dan beberapa universitas lainnya. Acara tersebut mempertemukan para akademisi, peneliti, dan aktivis dari berbagai negara untuk membahas peran Islam dalam mendukung gerakan sosial global yang inklusif dan berbasis nilai-nilai kemanusiaan. Dalam sesinya, Mabrurrosi, M.Pd memaparkan pentingnya bahasa Arab sebagai alat strategis dalam menyebarkan ide-ide Islam yang dapat mendorong gerakan sosial global. Ia juga menyoroti relevansi pendidikan bahasa Arab dalam membangun pemahaman lintas budaya di tengah tantangan globalisasi. “Bahasa Arab memiliki peran sentral dalam memperkuat komunikasi antarumat Islam di dunia. Hal ini menjadi kunci dalam membangun gerakan sosial berbasis nilai-nilai Islam yang damai dan berkeadilan,” ujar Mabrurrosi, M.Pd. Keikutsertaan beliau dalam konferensi ini mencerminkan kontribusi Prodi PBA dalam mendukung kajian keislaman di tingkat internasional. Selain itu, kolaborasi dengan berbagai institusi internasional ini juga membuka peluang untuk mempererat hubungan akademik global, sekaligus memperluas cakrawala mahasiswa dan dosen PBA di bidang pendidikan dan dakwah Islam. Acara ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan wawasan keislaman global dan memperkuat peran pendidikan bahasa Arab dalam mendukung gerakan sosial Islam di dunia.

Selasa, 16 Juni 2015

Materi Doa Bulan Ramadhan 1436 H

نداء صلاة التراويح
1.   صَلاَةَ التَّرَاوِيْحِ صَلاَةً جَامِعَةً أَثَابَكُمُ الله/ آجَرَكُمُ الله
2.   اْلبَدْرُ نَبِيُّكُمْ مُحَمَّدٌ صَلُّوْا عَلَيْهِ
3.   فَضْلاً مِنَ الله تَعَالَى وَنِعْمَةْ
4.   خَلِيْفَةُ رَسُوْلِ الله صَلَّى الله علَيْهِ وَسَلَّمَ سَيِّدُنَا أَبُوْ بَكْرٍ الصِّدِّيْقِ
5.   فَضْلاً مِنَ الله تَعَالَى وَنِعْمَةْ
6.   خَلِيْفَةُ رَسُوْلِ الله صَلَّى الله علَيْهِ وَسَلَّمَ سَيِّدُنَا عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ
7.   فَضْلاً مِنَ الله تَعَالَى وَنِعْمَةْ
8.   خَلِيْفَةُ رَسُوْلِ الله صَلَّى الله علَيْهِ وَسَلَّمَ سَيِّدُنَا عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانِ
9.   فَضْلاً مِنَ الله تَعَالَى وَنِعْمَةْ
10.       خَلِيْفَةُ رَسُوْلِ الله صَلَّى الله علَيْهِ وَسَلَّمَ سَيِّدُنَا عَلِيُّ بْنُ أَبِيْ طَالِبٍ

نداء صلاة الوتر
1.   الصَّلاَةُ سُنَّةً رَكْعَتَيْنِ مِنَ الْوِتْرِ آجَرَكُمُ الله/ أَثَابَكُمُ الله
2.   أَوْتِرُوْا وَمَجِدُوْا (وَاقْنُتُوْا) مِنْ شَهْرِ الصِّيَامِ آجَرَكُمُ الله/ أَثَابَكُمُ الله
نية الصوم
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا للهِ تَعَالىَ.
الدعاء قبل الإفطار
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا. يَا عَظِيْمُ يَا عَظِيْمُ، أَنْتَ إِلَهِيْ لاَ إِلَهَ غَيْرَكَ، اِغْفِرْلِيْ الذَّنْبَ الْعَظِيْمَ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذَّنْبَ الْعَظِيْمَ إِلاَّ الْعَظِيْمُ.

الدعاء عند الإفطار
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَرَحْمَتُكَ رَجَوْتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ الله.
دعاء صلاة التراويح

أَللّهُمَّ اجْعَلْنَا بِاْلإِيْمَانِ كَامِلِيْن. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْن. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْن. وِلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْن. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْن. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْن. وَبِالْهُدى مُتَمَسِّكِيْن. وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْن. وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْن. وَفِي اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْن. وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْن. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْن. وَعَلىَ الْبَلاَءِ صَابِرِيْن. وَتَحْتَ لِوَاءِسَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْن. وَإِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْن. وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْن. وَمِنَ النَّارِنَاجِيْن. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْن. وَمِنْ حُوْرٍ عِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْن. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ وَّدِيْبَاجٍ مُّتَلَبِّسِيْن. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْن. وَمِنْ لَبَنٍ وَّعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْن. بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْن. وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيْقًا. ذَالِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفى بِاللهِ عَلِيْمًا.أَللّهُمَّ اجْعَلْنَا فِيْ لَيْلَةِ هذَاالشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْن. وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْن. وَصَلَى اللهُ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِه وَصَحْبِه أَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن. وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

دعاء صلاة الوتر


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ أَشْرَفِ الْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ ءَالِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. اللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا شَهْرَ الصِّيَامِ، اللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا شَهْرَ الْقُرْءَانِ، وَتَقَبَّلْ مِنَّا اْلإِحْسَانَ، اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ مِنَّا وُضُوْءَنَا وَصَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا وَقُعُوْدَنَا وَتَشَهُّدَنَا وَتَسْبِيْحَنَا وَتَحْمِيْدَناَ وَتَكْبِيْرَنَا وَتَهْلِيْلَنَا وَتَخَشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَلاَ تَضْرِبْ بِهَا وُجُوْهَنَا يَا اللهُ يَا إِلَهَ الْعَالَمِيْنَ وَيَا خَيْرَ النَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

Kamis, 28 Mei 2015

Doa dan Cita-Citaku

Hanya sekedar menjawab pertanyaan di kolom status fb ini;
- Aku ingin membekali diri dengan ilmu yang bisa menjadi benteng kehidupan dunia-akhiratku.
- Aku ingin beramal shaleh, berkarya dan menghiasi dunia ilmiahku hingga aku benar-benar siap menuju akhiratku.
- Aku tahu, yang Abadi hanyalah Allah swt, maka aku akan torehkan tinta penaku agar kelak menjadi saksi kehdidupanku.
- Aku ingin menjadi anak shaleh; ubudiyah-amaliyah.
- Aku ingin menjadi anak shaleh; bermanfaat untuk diri sendiri dan berpengaruh baik bagi orang lain.
- Inilah doaku ...
- Istajib dua'i ya Rabb ... Amin ....
‪#‎cita‬-cita ...

PP. Kanzun Najah Batu Malang
Malam Jumat, 28 Mei 2015

Jumat, 20 Maret 2015

MABRURROSI: Cinta dalam Perspektif

MABRURROSI: Cinta dalam Perspektif: Cinta, Se buah kata yang terangkai dari lima huruf bermakna bagi setiap pemiliknya. C adalah cantik, orang yang sedang dilanda cinta a...

MABRURROSI: REFLEKSI BALI 2015

MABRURROSI: REFLEKSI BALI 2015: Denpasar, 06 Januari 2015 BALI. Tidak hanya sekedar sebuah nama pulau, lebih dari itu Bali dikenal juga dengan sebutan Pulau Dewata atau...

Sabtu, 01 November 2014

MUSUH AGAMA

MUSUH AGAMA-AGAMA
Oleh: Dr. Adian Husaini
(Peneliti INSISTS)
Dengan tanpa rasa sungkan dan kikuk, saya mengatakan, semua agama adalah tepat berada pada jalan seperti itu, jalan panjang menuju Yang Mahabenar. Semua agama, dengan demikian, adalah benar, dengan variasi, tingkat dan kadar kedalaman yang berbeda-beda dalam menghayati jalan religiusitas itu. Semua agama ada dalam satu keluarga besar yang sama: yaitu keluarga pencinta jalan menuju kebenaran yang tak pernah ada ujungnya. 
Begitulah salah satu pernyataan tegas seorang pendukung paham Pluralisme Agama di Indonesia, seperti ia tulis dalam artikel di satu koran nasional. Pandangan semacam ini kemudian menyebar ke berbagai penjuru. Klaim kebenaran agama bagi pemeluk masing-masing, dianggap sebagai sesuatu yang tabu. Seolah-olah, kerukunan umat beragama harus dibangun di atas landasan teologi pluralis yang melarang setiap pemeluk agama meyakini kebenaran agamanya masing-masing. 
Maka, betapa tesengatnya pendukung Pluralisme Agama di Indonesia, ketika pada tahun 2005, MUI mengeluarkan fatwa yang mengharamkan paham Pluralisme Agama dan menyatakan sesat sejumlah aliran keagamaan. Karena itu, bisa dipahami, jika dalam berbagai seminar dan kesempatan, MUI menjadi bahan caci-maki. Banyak yang kelabakan. Bahkan ada yang kalap. Sebuah Jurnal yang diterbitkan di sebuah kampus Islam di Semarang pada edisi 28 Th XIII/2005, memuat laporan utama berjudul Majelis Ulama Indonesia Bukan Wakil Tuhan. Dalam jurnal ini, misalnya, diturunkan wawancara dengan seorang aktivis HAM dengan judul MUI bisa Dijerat KUHP Provokator. Ia membuat usulan untuk MUI: Jebloskan penjara saja dengan jeratan pasal 55 provokator, jelas hukumannya sampai 5 tahun. 
Amerika Serikat juga sangat getal mengucurkan dana untuk penyebaran paham Pluralisme, sehingga banyak yang menyambut dengan gegap gempita. Dalam situsnya, (
http://www.usembassyjakarta.org/bhs/Laporan/indonesia_Laporan_deplu-AS.html), ditulis: Kedutaan mengirimkan sejumlah pemimpin dari 80 pesantren ke Amerika Serikat untuk mengikuti suatu program tiga-minggu tentang pluralisme agama, pendidikan kewarganegaraan dan pembangunan pendidikan. 
Pluralisme Agama sebagaimana yang banyak ditulis oleh para penganut dan penyebarnya -- memang bukan sekedar konsep toleransi, saling menghormati antar pemeluk agama, tanpa mengganggu konsep-konsep khas dalam teologi masing-masing agama. Menafsirkan QS al-Baqarah:62, sebuah disertasi doktor Ilmu Tafsir di UIN Jakarta menulis: Jika diperhatikan secara seksama, jelas bahwa dalam ayat itu tak ada ungkapan agar orang Yahudi, Nashrani, dan orang-orang Shabiah beriman kepada Nabi Muhammad. Dengan mengikuti pernyataan eksplisit ayat tersebut, maka orang-orang beriman yang tetap dengan keimanannya, orang-orang Yahudi, Nashrani, dan Shabiah yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir serta melakukan amal saleh sekalipun tak beriman kepada Nabi Muhammad, maka mereka akan memperoleh balasan dari Allah. Pernyataan agar orang-orang Yahudi, Nashrani, dan Shabiah beriman kepada Nabi Muhammad adalah pernyataan para mufasir dan bukan ungkapan al-Quran. 
Pandangan dan penafsiran semacam ini tentu saja sangat keliru dan sama sekali tidak berangkat dari posisi teologis Islam. Ribuan mufassir al-Quran yang mutabarah sejak dahulu kala tidak ada yang memahami ayat al-Quran tersebut seperti itu. Sebab, dengan logika sederhana pun kita bisa memahami, bahwa untuk dapat "beriman kepada Allah" dengan benar dan beramal saleh dengan benar, seseorang pasti harus beriman kepada Rasul Allah saw. Sebab, hanya melalui Rasul-Nya, kita dapat mengenal Allah dengan benar; dapat mengenal nama dan sifat-sifat-Nya. Ini konsepsi teologis Islam. 
Kaum Pluralis kadangkala memandang aspek keimanan ini sebagai hal yang kecil. Kata mereka, yang penting adalah nilai kemanusiaan. Manusia harus saling mengasihi, tanpa melihat agamanya apa; tanpa melihat jenis imannya. Tentu saja pandangan ini juga sangat keliru. Sebab, dalam kehidupan manusia pun, aspek pengakuan juga sangat penting. Anak menuntut pengakuan dari orang tuanya. Sebelum bekerja, Presiden juga perlu pengakuan dari rakyat bahwa dia adalah Presiden. Anak yang tidak mau mengakui orang tuanya disebut anak durhaka. Maka, pengakuan (syahadah) itulah yang diminta oleh Allah kepada umat manusia. Yakni, agar manusia mengakui bahwa Dia adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah; dan bahwa Muhammad saw adalah utusan-Nya yang terakhir. Apa beratnya manusia untuk mau membuat pengakuan semacam ini? 
Ada yang bilang, bahwa soal iman kepada kenabian Muhammad saw itu adalah soal kecil saja; masalah yang tidak penting; jadi tidak usah dibesar-besarkan; yang penting adalah kehidupan yang harmonis dan hormat-menghormati antar sesama manusia. Coba tanyakan kepada kaum yang mengaku Pluralis itu, jika iman kepada Nabi Muhammad saw adalah soal kecil, mengapa banyak yang keberatan untuk mengakui bahwa Muhammad saw adalah seorang Nabi. Mengapa? Jika itu dianggap masalah kecil, mengapa hanya untuk soal yang kecil saja, mereka tidak mau iman? Jadi jelas, bagi kaum Muslim, ini bukan soal kecil. 
Bukan hanya kaum Muslim yang memandang Pluralisme Agama sebagai ancaman serius. Tahun 2000, Vatikan juga mengeluarkan Dekrit Dominus Iesus yang menolak paham Pluralisme Agama. Dokumen ini dikeluarkan menyusul kehebohan di kalangan petinggi Katolik akibat keluarnya buku Toward a Christian Theology of Religious Pluralism karya Prof. Jacques Dupuis SJ, dosen di Gregorian University Roma. Dalam bukunya, Dupuis menyatakan, bahwa kebenaran penuh (fullnes of thruth) tidak akan terlahir sampai datangnya kiamat atau kedatangan Yesus Kedua. Jadi, katanya, semua agama terus berjalan sebagaimana Kristen menuju kebenaran penuh tersebut. Semua agama disatukan dalam kerendahan hati karena kekurangan bersama dalam meraih kebenaran penuh tersebut. 
Buku Toward a Christian theology of Religious Pluralism pada intinya menyatakan, bahwa Yesus bukan satu-satunya jalan keselamatan. Penganut agama lain juga akan mengalami keselamatan, tanpa melalui Yesus. Karena ajarannya itulah, pada Oktober 1988 ia mendapat notifikasi dari Kongregasi untuk Ajaran Iman. Ia dinyatakan tidak bisa dipandang sebagai seorang teolog Katolik. Surat itu ditandatangani oleh Kardinal Ratzinger, yang kini menjadi Paus Benediktus XVI. 
Jadi, Vatikan pun tidak bisa menerima pandangan semacam ini, yang menerima kebenaran semua agama. Vatikan bersikap tegas. Tentu saja, orang-orang liberal dalam Katolik juga protes dengan sikap itu. Sama halnya kaum liberal di kalangan Muslim, juga marah-marah terhadap fatwa MUI soal Pluralisme Agama. Untuk menegaskan kebenaran agama Katolik, pada 28 Januari 2000, Paus Yohanes Paulus II membuat pernyataan: The Revelation of Jesus Christ is definitive and complete. (Ajaran Jesus Kristus adalah sudah tetap dan komplit). 
Setiap pemeluk agama pasti memiliki posisi teologis yang berbeda-beda. Perbedaan itu harus dihormati. Kaum Pluralis Agama memang tidak jelas posisi teologisnya. Ia bukan Islam, bukan Kristen, bukan Hindu, atau Budha. Benar kata Dr. Stevri Lumintang, posisi teologisnya memang abu-abu. Karena itulah, Dr. Stevri mencatat, dalam bukunya, Teologia Abu-abu, Pluralisme Agama, bahwa: ...Theologia abu-abu (Pluralisme) yang kehadirannya seperti serigala berbulu domba, seolah-olah menawarkan teologi yang sempurna, karena itu teologi tersebut mempersalahkan semua rumusan Teologi Tradisional yang selama ini dianut dan sudah berakar dalam gereja. Namun sesungguhnya Pluralisme sedang menawarkan agama baru... (***)